Inilah Aturan Keras China Yang Membuat Kripto Jatuh Berguguran

Indonesia - China pernah memiliki status sebagai surga uang kripto. Mayoritas transaksi bisnis cryptocurrency dilaksanakan masyarakat China baik secara lokal atau di luar negeri.

 

Tetapi sekarang keadaannya berlainan. Perlahan-lahan tetapi tentu China mempererat dan mempersempit ruangan gerak investor uang kripto di Tiongkok. Terkini China larang instansi keuangan dan financial technology pembayaran untuk memberikan fasilitas transaksi bisnis cryptocurrency.

 

Inilah Aturan Keras China Yang Membuat Kripto Jatuh Berguguran

 

 

Berikut perjalanan perlakuan tegas China pada uang kripto seperti Bitcoin, Dogecoin, sampai Ethereum seperti diambil dari Reuters, Rabu (19/5/2021):

 

Ketentuan Baru

 

Ini hari tiga regulator keuangan China mengeluarkan ketentuan yang larang instansi keuangan dan financial technology pembayaran untuk memberikan fasilitas transaksi bisnis uang kripto.

 

Baca Juga : Tema Blogger Yang Menarik

 

Instansi keuangan dan financial technology dilarang sediakan service registrasi, perdagangan, kliring, settelement, penukaran uang sampai service kepercayaan. Lembaga juga dilarang untuk menyiapkan produk penyimpanan sampai produk keuangan berkaitan cryptocurrency.

 

Disamping itu service info berkaitan kripto, asuransi dan perdagangan derivatif masuk ke larangan. Lembaga keuangan dan financial technology disuruh tingkatkan pengawasan saluran uang yang ada pada perdagangan cryptocurrency.

 

Ketentuan Awalnya Masalah Kripto

 

China tidak mengaku cryptocurrency sebagai alat pembayaran syah dan mekanisme perbankan pun tidak menerimanya atau sediakan service berkaitan.

 

Awalnya tahun 2014, pemerintahan mendeskripsikan Bitcoin sebagai komoditas virtual. Disebutkan individu bisa berpatisipasi dalam perdagangan online secara bebas.

 

Tetapi tahun akhir itu, keputusan berbeda. Regulator keuangan terhitung bank sentra (PBoC) larang bank dan perusahaan pembayaran untuk menyiapkan service berkaitan Bitcoin.

 

Lalu September 2017 China memblok Initial Koin Offerings atau ICOs, ini sebagai usaha membuat perlindungan investor dan mengontrol risiko dalam keuangan. Ketentuan itu larang basis perdagangan mata uang kripto untuk mengganti alat pembayaran syah jadi uang kripto, begitupun kebalikannya. Pada akhirnya, mayoritas basis tutup karena limitasi itu.

 

Ketentuan ICO larang perusahaan keuangan dan financial technology pembayaran untuk menyiapkan service ICOs dan cryptocurrency. Termasuk buka account, register, perdagangan, kliring atau service likuidasi.

 

Juli 2018, PBOC menjelaskan ada 88 basis perdagangan mata uang kripto dan 85 basis ICO ditutup.

 

Peningkatan harga Bitcoin kenyataannya menghidupkan nafsu perdagangan cryptocurrency di China. Banyak investor China yang saat ini berdagang di basis yang berada di luar China. Misalkan ada Huobi dan OKEx.

 

Bahkan juga ada masyarakat China memakai jasa basis perusahaan China Binance untuk berbisnis. Mereka sediakan sarana penukaran Yuan jadi cryptocurrency. Transaksi bisnis seperti ini dilaksanakan lewat bank atau financial technology pembayaran seperti Alipay atau WeChat.

 

Di lain sisi kegiatan penambangan cryptocurrency kembali ramai. Peningkatan harga Bitcoin dan uang kripto jadi jalan cepat untuk memperoleh pendapatan secara mudah tapi bikin rugi negara karena konsumsi listrik yang tinggi.

 

Pemerintahan selanjutnya mengingati akan tingginya pertaruhan dalam transaksi bisnis uang kripto dan disebut ini sebagai perlakuan menyalahi "keamanan asset seorang dan menggangu aturan ekonomi dan keuangan yang ada."

 

Tingkatkannya transaksi bisnis memberikan ancaman kedaulatan dari uang sah negara, Yuan. China sendiri sudah mengeluarkan uang digital sendiri untuk transaksi bisnis digital namanya Yuan Digital.

 

Imbas Peraturan Keras China

 

Dengan peraturan itu semakin merepotkan pribadi beli cryptocurrency dari beragam saluran pembayaran apa lagi China atur secara ketat pemakaian sarana VPN (virtual privat network).

 

Disamping itu bisa juga memengaruhi usaha penambang karena menyulitkan mereka mengganti uang kripto dengan Yuan.

 

Tetapi perbankan dan perusahaan mempunyai rintangan untuk mengenali saluran uang berkaitan cryptocurrency.

 

"Untuk mereka yang baru di Bitcoin, ini kebiasan Bank Sentra China larang Bitcoin minimal sekali dalam transisi bullish," catat Federasi Bitcoin menyikapi pengetatan China itu.

 

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama